Showing posts with label Dajjal. Show all posts
Showing posts with label Dajjal. Show all posts

Kisah Dajjal Menurut Al Quran

ADSENSE HERE

Apakah kisah Dajjal diceritakan dalam al-quran?

Pertanyaan ini adalah menjadi sebuah pertanyaan besar yang mungkin tidak akan bisa terjawab kecuali bagi orang-orang yang paham secara mendalam dalam urusan agama pasalnya kata-kata Dajjal dalam Al Quran atau ayat yang secara eksplisit mengangkat topik tentang kisah Dajjal Tidak Akan kita temukan dalam teks Al Quran namun kita akan menjumpai keterangan tentang kisah dan keluarnya Dajjal di akhir zaman tertuang dalam banyak hadits Nabi dalam kitab kitab Hadits yang Mansyur diantara 9 kitab Imam Hadits yang menjadi rujukan umat Islam saat ini seperti kitab hadits Imam Bukhari kitab hadits Imam muslim kitab Hadits Sunan Abu Daud dan lainnya

Seperti kita ketahui bahwa Dajjal merupakan salah satu perancang di akhir zaman yang artinya di akhir zaman Dajjal akan menjadi salah satu aktor yang paling kuat dalam kehidupan manusia untuk menjadikan semua manusia mengikuti ajakannya untuk berpaling dari keimanan kepada menjadikannya Tuhan selain Allah dengan berbagai fitnah yang sangat dahsyat kepada seluruh manusia di seluruh permukaan bumi bagaimana mungkin begitu dahsyatnya fitnah di akhir zaman yang akan dilancarkan oleh sang Almasih palsu ini tidak terdapat petunjuk dalam Alquran yang secara khusus dibahas dalam ayat atau surat yang bisa kita jadikan acuan dalam menghindari fitnah Dajjal ini 

Inilah sebuah teka-teki sebuah Rahmat yang Allah berikan hanya kepada mereka yang senantiasa Istiqomah dengan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam melalui hadis-hadisnya dan kitab Al Quran yang diturunkan kepadanya jadi Alquran bukanlah tidak membahas tentang dajjal tetapi itu menjadi satu kesatuan dari risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan hadisnya yang menunjuk bahwa salah satu surat dalam Alquran yaitu surat Al Kahfi merupakan salah satu surat yang dapat menghindarkan umat Islam dari fitnah Dajjal di akhir zaman

Salah seorang menekuni bagian dari ilmu akhir zaman Syeikh Imran hosein menjelaskan bahwa misteri kata Dajjal tidak ada dalam al-quran dan keterangan turunnya Nabi Isa Alaihissalam atau Isa Almasih yang akan turun ke dunia ini juga tidak dijelaskan secara gamblang dalam ayat Alquran dikarenakan karena Allah hendak menjadikan mereka yaitu kaum Yahudi dan Nasrani untuk selalu menerka atau menebak Siapa yang menjadi Almasih yang telah dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala Tuhan yang Maha Tinggi kepada kaum Bani Israil bahwa mereka akan kembali menguasai dunia dibawah bimbingan seorang Rasul yang kekuasaannya meliputi seluruh dunia dan kejayaannya tidak akan lagi ada kejayaan selain itu 

Hal ini berdasarkan pada kisah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ketika di awal-awal menerima wahyu dari Allah subhanahu wa ta'ala dan menyatakan diri sebagai seorang rasul di kalangan kaum Quraisy di Arab yaitu menyatakan diri sebagai nabi seperti Nabi Ismail dan ayahnya Nabi Ibrahim Alaihissalam yang merupakan nenek buyut bangsa Arab termasuk kaum Quraisy sehingga banyak dari kaum Quraisy yang bertanya-tanya bagaimana membuktikan kebenaran kerosulan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa dia benar Seorang nabi yang diutus oleh Allah karena ketika itu kaum Quraisy di Arab sudah tidak memiliki pengetahuan tentang agama samawi karena mereka semuanya telah masuk ke dalam kejahiliahan dengan menyembah berhala yang di tempatkan di dekat Ka'bah 

Oleh karena itu Pemimpin kaum Quraisy ketika itu mengirim delegasi atau utusan ke kota Yatsrib atau atau Madinah dimana di Madinah berkumpul ulama-ulama nomor satu dari kalangan orang Yahudi tinggal di sana karena menurut nabi-nabi mereka nabi berikutnya untuk kaum Yahudi akan datang di kota Yatsrib sehingga mereka berkumpul dan menunggu disana utusan kaum Quraisy yang menanyakan kepada ulama-ulama Yahudi di Yatsrib kembali ke ke Mekkah dengan membawa 3 pertanyaan yang akan diajukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk membuktikan kebenaran kenabiannya karena pertanyaan yang akan diajukan adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh seorang nabi dan rasul di antara tiga pertanyaan itu ada satu hal yang tidak dijawab secara lengkap sedangkan Dua pertanyaan yang lain dijawab sesuai harapan dari ulama Yahudi pertanyaan-pertanyaan itu ialah pertama 

Mereka bertanya tentang ruh Yas alunaka Anil kemudian Allah memberikan jawaban dengan turunnya ayat pada surat Bani Israil atau Al Isra dengan menjelaskan tentang ruh itu apa kemudian pertanyaan kedua adalah 

Mereka bertanya tentang Zulkarnain yang merupakan penjelajah bumi yang mengagumkan tentang perjalanannya ke timur dan ke barat kemudian Allah memberikan jawaban yang turun dengan Wahyu dalam surat Al Kahfi tentang perjalanan Zulkarnain ke timur ke barat dan ke utara di mana sesungguhnya mereka menginginkan jawaban perjalanan dzulqornain yang ke utara yang dalam pertanyaannya tidak mereka tanyakan namun Allah yang Maha Tahu memberikan jawaban yang mereka inginkan tentang perjalanan dzulqarnain ke arah utara yang bertemu dengan kaum yang diganggu oleh Yakjud dan Makjud yang merupakan tanda besar akhir zaman dimana Zulkarnain diminta untuk melindungi kaum tersebut dari kerusakan Yakjud Makjud kemudian Zulkarnaen dan pasukannya membuatkan tembok penghalang antara kaum tersebut dan kaum Yajud dan Majud gimana tembok itu tidak akan dirobohkan hingga tanda kiamat yang sudah dekat tembok itu akan runtuh dengan ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Pertanyaan kedua ini Seharusnya sudah meyakinkan kaum Bani Israel atau orang Yahudi untuk mempercayai bahwa kenabian Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah benar Nabi Muhammad memberikan jawaban lebih dari apa yang mereka tanyakan karena Wahyu dari Allah yang Maha Tahu atas pertanyaan yang diajukan oleh kaum Yahudi tersebut 

Namun sekali lagi mereka mendustakan ayat-ayat yang seharusnya mereka beriman kepadanya Dan di pertanyaan ketiga inilah Allah memberikan misteri yang hanya bisa dijawab oleh Pengikut Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis nabi dan Al Qur'anul Karim dimana pertanyaannya adalah mereka menanyakan tentang pemuda Kahfi kemudian Allah memberikan jawaban seperti tertuang dalam surat Al Kahfi yang menceritakan tentang perjalanan pemuda-pemuda yang mengasingkan diri demi menyelamatkan aqidahnya sehingga Allah menolongnya dengan tertidur selama 300 tahun lebih tanpa mengalami penuaan. Tetapi jawaban yang sesungguhnya mereka inginkan tidaklah di terangkan secara langsung dalam ayat ini seperti pertanyaan kedua ketika mereka menanyakan perjalanan zulqarnain ke timur dan kebarat, padahal mereka menginginkan perjalanan yang ketiga yaitu kearah utara yang telah Allah berikan jawabannya.

Namun jawaban ketiga ini yang mengarah ke kisah dajjal diakhir zaman tidak di jelaskan dalam Alquran bersama dengan penjelasan pemuda kahfi, tetapi berita tentang dajjal justru banyak terdapat dalam hadits nabi, yang artinya mereka yang mau mempelajari alquran dan hadits lah yang akan bisa menjelaskan bagaimana kisah perjalanan dajjal menunaikan misinya untuk mengelabuhi bani israel sebagai seorang almasih, Gelar untuk seorang rosul yang diturunkan untuk mengembalikan kejayaan nabi daud dan nabi sulaiman pada masa mereka berkuasa.

Dan dari hadits nabipun kita dikabarkan bahwa surat alkahfi merupakan satu satunya surat yang terhubung langsung ke dajjal oleh nabi muhammad saw dalam hadits tentang membaca surat alkahfi akan mendapat perlindungan dari fitnah dajjal, utamanya membaca di hari jumat.


ADSENSE HERE

Doa Perlindungan Fitnah Dajjal | Pentingnya Nur Dalam Hati Manusia

ADSENSE HERE
Fitnah dajjal adalah fitnah yang paling dahsyat yang akan datang kepada umat manusia yang hidup di akhir zaman. Kedatangan dajjal sendiri sudah di peringatkan semenjak jaman nabi nabi sebelum nabi muhammad saw diutus. Dalam sebuah hadist Rasulullah saw. bersabda: Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis "kaaf", "faa", "raa". (Shahih Muslim No.5219).

Doa Perlindungan Terhadap Fitnah Dajjal yang di ajarkan oleh nabi salah satunya ialah di sunahkan membaca “Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].” (HR. Muslim no. 588), yaitu minta perlindungan pada Allah dari empat hal: (1) siksa neraka jahannam, (2) siksa kubur, (3) penyimpangan ketika hidup dan mati, (4) kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” yang dibaca pada saat sholat pada duduk tahyat akhir sebelum salam.

Mengapa kita harus senantiasa berdoa kepada Alloh SWT memohon perlindungan dari fitnah dajjal? Karena sesuai dengan peringatan yang di sampaikan nabi muhammad SAW dalam sebuah hadisnya:
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya. (Shahih Muslim No.5227)

Dari hadits abu hurairah di atas bisa kita pahami bahwa:

Pertama berita tentang dajjal dari rosulullah saw ini memiliki kekhususan untuk umat beliau yang merupakan umat akhir zaman yang pasti akan bertemu dengan dajjal dimana keterangan ini belum pernah di ceritakan seorang nabi kepada kaumnya. Hal ini menjadi sangat penting bagi kita untuk menidentifikasi dajjal.

Kedua Dajjal yang memiliki tipu daya yang sangat dahsyat sampai sampai apa yang dia katakan surga adalah neraka dan yang dikatakan neraka adalah surga, kalau dari hadist yang juga ada yang menyebutkan dajjal membawa Api dan Sungai, apa yang terlihat sungai adalah api dan apa yang terlihat api maka itu adalah air yang sejuk. Apa artinya? Bisa kita artikan bahwa jalan menuju surga akan di buat seperti jalan yang meuju neraka, dipenuhi dengan onak duri dan bara api yang sangat susah untuk dilalui dan ini menjadi ujian bagi orang orang yang masih memiliki iman di hatinya untuk tetap berpegang teguh pada jalan kebenaran yang di ajarkan dalam alquran dan sunah rosullulloh saw dalam hadistnya, begitu juga sebaliknya jalan menuju neraka di buat mudah dan indah dengan segala keindahan dunia dan kemudahan dunia, namun harus mengikuti jalan yang mereka sediakan yang jalan itu selalu bertentangan dengan syariat dan kadang harus menjual keimanan yang ada dengan kemudahan tersebut.

Tentu bagi kita orang yang beriman yang mempercayai balasan kehidupan setelah kematian akan menjadi prioritas utama menjaga hidayah keimanan dan islam dalam jiwa kita. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kemurnian aqidah kita sampai ajal menjemput.

Fitnah Dajjal Hanya Bisa Dilihat Oleh Manusia Yang Memiliki Nur di Hatinya

"Bumi dan langitKU tidak bisa menampungKU, namun hati hambaKU yang beriman bisa menampungKU", begitu firman Allah dalam hadis qudsi. Jadi yang menjadi poros alam semesta ini adalah manusia dan sejatinya hatilah intinya. Kenapa hati yang begitu kecil jika dibandingkan dengan langit dan buminya Allah Subhanahu Wa Ta'ala dapat menampungNya? Alloh SWT adalah cahaya langit dan bumi sebagaimana tercantum dalam alquran surat annur :

"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Allah SWT memberikan Nur kepada orang yang Allah kehendaki, barang siapa yang Allah berikan Nur kepadan hatinya maka Allah akan senantiasa di dalam hatinya
ADSENSE HERE

Dengan Riba Mereka Memperbudak Manusia Untuk Mengikuti Dajjal

ADSENSE HERE

Tanah Suci dan Ekonomi Riba Israel

Dengan Riba Mereka Memperbudak Manusia Untuk Mengikuti Dajjal

“Karena kezaliman (kejahatan dan ketidakadilan) umat Yahudi, Kami haramkan bagi mereka (makanan) yang tertentu, kebaikan, dan manfaat yang dulu pernah dihalalkan bagi mereka. (Kami juga berbuat demikian karena) Mereka menghalangi banyak orang dari jalan Allah.”

“Dan (karena) mereka mengambil Riba meskipun mereka dilarang melakukannya, dan (dengan berbuat demikian) mereka dengan tidak sah mengambil kekayaan dari orang lain. (Karena perbuatan-perbuatan jahat ini) Kami telah sediakan azab (hukuman) yang pedih untuk orang-orang yang kafir (menolak iman) di antara mereka.” (al-Qur’an, an-Nisa, 4: 160-161)

Pendahuluan

Israel adalah negara sekuler modern yang terletak di Tanah Suci. Seperti semua negara sekuler lain di dunia saat ini, sistem ekonominya berbasis Riba. Riba biasa diterjemahkan sebagai memberikan pinjaman uang dengan bunga, berapa pun besar bunganya. Tetapi definisi Riba dalam Islam juga termasuk transaksi yang berdasarkan penipuan dan yang memberi pihak penipu keuntungan atau pendapatan yang bukan haknya. Jika pertimbangan dibuat menurut Agama Ibrahim (‘alayhi salam), maka kami bertanya: Apakah agama Ibrahim melegitimasi Israel di Tanah Suci yang ekonominya berbasis Riba? Apakah itu sesuai dengan atau melanggar syarat untuk mewarisi Tanah Suci?

Ekonomi Dunia Saat Ini Karakteristik dasar ekonomi di seluruh dunia saat ini adalah bahwa kekayaan tidak lagi beredar melalui ekonomi. Sekarang ini, kekayaan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja. Akibatnya, di seluruh dunia saat ini, orangorang kaya tetap menjadi kaya sedangkan orang-orang miskin terpenjara dalam kemiskinan yang permanen. Kedua, orang-orang kaya terus tumbuh semakin kaya, mereka bagaikan lintah yang menghisap darah masyarakat luas, sedangkan orang-orang miskin terpuruk dalam kemiskinan yang membawa mereka pada perbuatan anarki, kakacauan, penderitaan, serta kerusakan iman dan nilai. Bayangkan seluruh umat manusia berlayar dalam sebuah kapal. Kaum minoritas yang tetap kaya dan yang terus bertambah kaya, berada di ‘kelas pertama’ dalam kemewahan dan keamanan istimewa. Mereka tetap memiliki tiket ‘kelas pertama’.

Kaum kaya menguasai kapal tersebut. Mereka menggunakan kekayaannya untuk mengontrol politik. Demokrasi yang berlaku di kapal itu adalah kekuasaan dari kaum kaya dan untuk kaum kaya. Tetapi kaum kaya tidak secara langsung memerintah sendiri. Mereka melakukannya melalui wakil dan tipu daya dalam bentuk dukungan kampanye yang mereka berikan kepada politisi terkenal dan partai-partai politik, kemudian mereka melakukan kontrol dengan diam-diam.

Itulah gambaran yang benar tentang ekonomi-politik dunia saat ini. Dan adalah kaum Euro-Yahudi di Inggris dan Amerika Serikat yang telah menyempurnakan metode untuk mendapatkan kekuatan dan kekuasaan atas masyarakat luas tersebut. Henry Ford dapat mengenali perkembangan jahat dalam sejarah manusia ini.

Mayoritas manusia lainnya terpenjara dalam kemiskinan permanen dan berada di dek bawah dalam kemelaratan, kemiskinan, kefakiran, kesengsaraan, dan penderitaan yang semakin parah. Mereka dihukum bekerja seperti budak dengan upah minim sehingga pihak lain dapat hidup dari keringat mereka. Mereka juga hidup dalam situasi tidak aman yang semakin parah dengan semakin meningkatnya perampokan, kekacauan, penembakan, pembunuhan, dan pemerkosaan di lingkungan yang dipenuhi dengan narkoba dan pengedar narkoba. Mereka yang berada di ‘kelas pertama’ memiliki akses pada air minum bersih dan pada layanan kesehatan terbaik yang dapat dibeli dengan uang. Mereka yang berada di dek bawah, terpaksa meminum air tercemar yang penuh dengan kuman. Mereka memakan makanan dan minuman susu yang dicampur dengan aneka bahan kimia dan hormon. Lebih dari itu, mereka juga harus memakan makanan yang telah direkayasa secara genetis. Mereka jatuh sakit namun tidak mampu membayar biaya pengobatan. Mereka hidup dalam kehidupan sengsara dan mati dalam kematian yang sengsara. Kenyataannya, ekonomi dunia yang berlaku saat ini adalah bentuk baru yang licik dari ekonomi perbudakan. Tetapi itu berjalan dengan tipu daya yang halus.

Yang terutama, meskipun mereka yang mengontrol ekonomi di seluruh dunia mendakwahkan aturan ‘pasar bebas dan adil’, tetapi mereka sendiri melanggar ‘pasar bebas’ dengan membebani kewajiban pada masyarakat luas untuk menerima penggunaan uang kertas buatan sebagai alat tukar yang sah (dan melarang penggunaan koin emas, perak, dan logam lain sebagai alat tukar yang  sah di negara anggota IMF [penerj.]). Dan uang kertas terus menerus dikurangi nilainya! Seiring dengan kemiskinan yang semakin parah, mereka menetapkan kontrol harga sembako dan kebijakan upah minimum untuk buruh. Mereka melakukannya untuk menghindari kemungkinan masyarakat luas yang menderita kelaparan akan bangkit memberontak melawan pemerintah dan kaum elit pemangsa. Mereka juga melakukannya untuk menghindari kemungkinan bahwa masyarakat luas dapat mengenali perbudakan baru mereka.

Tipu daya lebih luas daripada yang disebutkan di atas. Banyak orang-orang miskin melihat orang-orang yang berada di kelas pertama. Mereka diyakinkan bahwa orang-orang seperti itu dan cara hidupnya adalah surga. Dan mereka memimpikan pergi ke surga itu. Mereka tidak dapat memahami sistem penindasan dan bagaimana sistem itu bekerja. Kaum miskin lainnya menanggapi penindasan ekonomi yang menimpa mereka dengan amarah buta dan mengambil jalan untuk melakukan kekacauan secara langsung kepada orang-orang yang memiliki kekayaan dan yang berkuasa. Orang-orang miskin percaya bahwa mereka hidup di neraka dan mereka meniru cara hidup orang-orang yang berada di kelas pertama dalam keyakinan bahwa itulah rasanya surga. Suatu kapal yang pantas ditenggelamkan semuanya!

Presiden Kuba, Fidel Castro, seperti yang dipaparkan Ivan Illich dalam bukunya yang berjudul “Energy and Equity” (“Energi dan Kesetaraan”) menjelaskan ekonomi dunia dengan bahasa yang serupa:

“Sebelumnya manusia tidak pernah memiliki potensi ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat maju, suatu kemampuan luar biasa untuk menghasilkan kekayaan dan kesejahteraan, tetapi sebelumnya juga tidak pernah ada perbedaan dan kesenjangan yang begitu besar di dunia.” Dia merespon penindasan ekonomi ini dengan menyatakan bahwa: “Nuremberg lain diperlukan untuk menghakimi aturan ekonomi yang tidak adil.”

(Naskah Pidato Presiden, Summit Conference, Grup 77, Havana, September 2000) Nabi Muhammad (shollallahu ‘alayhi wassalam) memberikan suatu aturan ekonomi yang bebas dari ketidakadilan dan penindasan kepada dunia. Tidak ada yang bekerja untuk upah minim seperti budak. Kekayaan tidak beredar hanya di antara kaum kaya, tetapi melalui kegiatan ekonomi. Kaum kaya tidak selamanya tetap kaya dan kaum miskin tidak selamanya tetap miskin. Pasar adalah pasar yang bebas dan adil. Tidak ada orang yang dapat ‘memanen hasil’ tanpa ‘menanam’ terlebih dahulu. Uang memiliki nilai intrinsik dan tidak bisa dimanipulasi oleh bank dan oleh kaum elit pemangsa yang mengurangi nilainya. Akibatnya, ekonomi dan pasar tersebut tidak pernah mengalami ‘inflasi’. Tidak ada harga yang ditentukan, termasuk upah pekerja. Kesejahteraan dicapai dalam bentuk kewajiban zakat bagi kaum kaya untuk mereka yang tidak dapat mencukupi kebutuhan dasar hidup. Tetapi sistem nilai sosial memastikan usaha dapat dilakukan oleh orang-orang yang mampu berusaha, untuk melepaskan diri mereka dari ketergantungan pada dana zakat tersebut.

Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) berhasil sedangkan setiap pemerintah negara di dunia saat ini gagal. Dia berhasil karena menerapkan aturan larangan Tuhan pada Riba, dan dia menjaga integritas nilai uang dengan menggunakan uang nyata. Selain itu, dia menerapkan aturan hukum pidana yang tegas yang memberikan pencegahan bagi orang-orang yang terbukti bersalah atas kasus pencurian. Tetapi dunia menolaknya, dan umat Muslim meninggalkan ekonomi sunahnya. Dan dengan begitu, pada saat ini dunia dihukum hidup dalam jeratan Fasad dan Zalim, yakni kerusakan dan kehancuran pasar yang bebas dan adil.

Di seluruh dunia saat ini, penindasan ekonomi semakin parah – kaum kaya tumbuh semakin kaya dan kaum miskin jatuh semakin miskin. Contohnya di Amerika Serikat, warga kulit hitam hidup sengsara dan tetap miskin. Sedangkan warga kulit putih tetap kaya. Ekonomi Amerika Serikat membuat kagum bagian dunia lainnya, dan warga kulit putih Amerika Serikat belum pernah memiliki yang lebih baik. Tetapi di negara itu, kekayaan hanya beredar di antara kaum kaya. Sedangkan jumlah kaum miskin yang hidupnya bergantung pada Dinas Kesejahteraan Sosial terus meningkat. Peradaban Barat kulit putih menginginkan kita mempercayai bahwa ekonomi mereka adalah model ekonomi yang paling maju dan modern yang pernah dicapai umat manusia! Dan umat Muslim peniru bermata satu yang telah dicuci otaknya sibuk berusaha menyamai Barat.

Kenyataannya, impian Amerika predator dan Barat kulit putih disokong oleh darah  masyarakat luas di seluruh dunia, dan oleh kekayaan yang terus menerusdiserap dari umat manusia yang tidak curiga dan tidak peduli. Tujuan kami adalah untuk menjelaskan bagaimana hal itu dilakukan! Peradaban kulit putih Barat bersama dengan massa pekerja di seluruh dunia, dan sesungguhnya, umat Yahudi non-Eropa, hanya bisa mendapatkan manfaat jika mereka memberikan perhatian pada penjelasan yang disajikan di sini dan menerima al-Qur’an sebagai Firman Allah dan Muhammad (shollallahu ‘alayhi wassalam) sebagai Utusan Allah sebelum terlambat!

Tesis kami adalah bahwa kelompok yang mengatur perubahan politik peradaban Eropa dan, dengan penerapan yang sama di bagian dunia lain yang pada intinya tidak bertuhan, adalah kelompok yang juga menggoda umat Yahudi non-Eropa untuk mendukung restorasi Negara Yahudi Israel. Mereka adalah kelompok yang semakin menguasai kekayaan dunia melalui kelicikan mereka dalam mengendalikan dan memanipulasi sistem keuangan internasional, sistem perbankan, dan asuransi yang berbasis Riba di seluruh dunia. Bahkan mereka melampaui cara tradisional umat Yahudi non-Eropa dalam permainan Riba mereka! Pandangan kami adalah bahwa penjahat licik yang bekerja mewujudkan semua ini adalah bangsa Eropa aneh yang pertama-tama menjadi pemeluk Yahudi dan kemudian membajak agama Yahudi.

Al-Qur’an yang mulia tidak hanya menjelaskan keadaan dunia saat ini, tetapi juga menjelaskan penindasan ekonominya. Al-Qur’an, yang adalah Kitab ‘Kebijaksanaan’ (termasuk Kebijaksanaan ekonomi), telah membuat aturan yang memastikan kekayaan tidak hanya berputar di antara kaum kaya:

“Apa yang telah Allah berikan kepada Rasul-Nya (dan yang diambil) dari penduduk beberapa Kota, adalah milik Allah, Rasul-Nya, kerabat (Rasul), anakanak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan jauh, agar (harta) tidak (hanya) beredar di antara kaum kaya di antara kalian. Apa yang diberikan Rasulullah kepada kalian maka terimalah, dan cukupkanlah diri kalian terhadap apa yang tidak dia berikan kepada kalian. Dan bertakwalah pada Allah, karena Allah Sangat Keras Hukuman-Nya.” (al-Qur’an, al-Hasyr, 59: 7)

Umat Muslim telah meninggalkan aturan al-Qur’an, dan akibatnya sekarang mereka mendapat balasan yang mengerikan karena kebodohan mereka! Perbudakan ekonomi baru yang licik dan menipu menimpa mereka, juga menimpa umat manusia non-Eropa lainnya. Ironi yang memalukan dari hal ini sangat jelas saat kita mengingat bahwa salah satu fungsi dasar Islam di dunia adalah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, untuk membebaskan kaum yang tertindas. Apa penyebab penindasan ekonomi global ini? Itulah Riba! Kaum elit predator global di bank-bank yang dikuasai umat Yahudi di Barat, dan di seluruh dunia, terus-menerus menghisap kekayaan dan darah umat manusia sehingga memiskinkan massa pekerja melalui Riba. Kaum penindas mengatur sistem politik, legislatif, hukum dan peraturan, media, dll. dengan tipu daya yang sempurna, dan mereka memastikan bahwa semua itu memenuhi fungsi dasar untuk menjaga sistem penindasan ekonomi. Industri film, televisi, internet, musik, desain busana, dll. digunakan untuk membawa massa ke dalam dunia fantasi sehingga mereka tetap dalam keadaan ketidakpedulian yang bahagia sementara Riba digunakan untuk menguasai dan memperbudak mereka. 

Tujuan utama dalang mereka, Dajjal al-Masih Palsu, adalah untuk memperbudak semua umat manusia dalam kemiskinan dan kemelaratan, dan dengan kekayaan yang didapat secara licik, untuk menjadikan iman pada Allah Maha Tinggi dan cara hidup religius dihadapkan pada ujian dan cobaan terbesar. Bukti terkini telah mengkonfirmasi bahwa mayoritas Muslim, kaum kaya predator bersama dengan kaum miskin yang sengsara, gagal dalam ujian keimanan tersebut. Tujuan Dajjal yang kedua adalah untuk menipu umat Yahudi dan membimbing mereka menuju kehancuran terburuk.

Penilaian yang objektif terhadap dunia modern, dan secara khusus, Tanah Suci, pasti sampai pada kesimpulan bahwa tujuan tersebut hampir tercapai dengan sempurna. Dajjal bekerja dengan baik dalam melaksanakan misinya yakni memberikan kekuasaan mutlak atas seluruh dunia kepada umat Yahudi. Saat Israel menjadi ‘Negara Penguasa’ dan menyelesaikan periode hidup sehari seperti sepekan, Dajjal akan muncul dan memimpin dunia dari Jerusalem – dan dengan begitu, dia akan menyelesaikan misinya menyamar sebagai al-Masih. Seharusnya itu menjadi perhatian serius, jika bukan tanda bahaya, bahwa dunia yang masih terdiri dari banyak peradaban, beberapa bahkan berumur ribuan tahun, harus menganut tidak hanya sistem politik sekuler yang sama berlandaskan Syirik, tetapi juga menganut ekonomi sekuler yang sama berlandaskan Riba. Senjata ekonomi Riba melengkapi senjata politik Syirik negara sekuler modern dan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadikan sebagai alat Dajjal yang dengan berhasil melaksanakan misinya dalam mencapai kekuasaan politik dan ekonomi atas seluruh dunia.

Cara kami adalah pertama menjelaskan pentingnya larangan Riba kemudian menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad (shollallahu ‘alayhiwassalam) yang berkenaan dengan Riba. Lalu, kami berusaha menjelaskan bagaimana Riba bekerja dalam ekonomi modern. Pada akhirnya, kami akan memeriksa validitas Negara Israel di Tanah Suci, Israel yang memiliki sistem ekonomi berlandaskan Riba. Apa Itu Riba? Saat ini, Riba pada umumnya dipahami sebagai memberikan pinjaman uang dengan bunga tinggi yang ilegal. Kesalahan terminologi ini sengaja dibuat di Eropa untuk membolehkan ‘pemberi pinjaman uang’ (sekarang disebut bankir) menghindari larangan gereja Kristen dan penolakannya terhadap segala bentuk Riba. RW Tawney menulis sebuah buku klasik pada 1935 berjudul “Religion and The Rise of Capitalism” (Agama dan Kebangkitan Kapitalisme) di mana dia menggambarkan panjangnya perjuangan umat Euro-Kristen melawan Riba.

William Shakespeare juga melakukan hal yang sama dalam drama klasiknya yang berjudul ”The Merchant of Venice” (Saudagar Venice). Riba dalam Islam (sama seperti dalam agama Kristen zaman pertengahan) adalah memberikan pinjaman uang dengan bunga, berapa pun besar bunganya. Jika seorang ‘pemberi pinjaman’ uang meminjamkan uangnya dengan bunga maka uang bertambah dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu, bebas dari kerja atau usaha atau resiko apapun bagi investor. Pertambahan uang tersebut terjadi secara licik dengan eksploitasi pekerja, bahan baku, dan harta benda.

Hal ini menjadi jelas jika perhatian diarahkan pada ayat yang dengan jelas telah dinyatakan Allah dalam al-Qur’an:

“dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (al-Qur’an, an-Najm, 53:39) Dengan demikian, al-Qur’an menolak klaim bahwa uang dapat bertambah karena berjalannya waktu! Salah satu bentuk eksploitasi yaitu pengurangan nilai upah, bahan baku, dan harta kekayaan sepanjang waktu, suatu yang Allah larang dalam sejumlah ayat al-Qur’an. Nabi Syu’aib (‘alayhi salam) menyeru kaumnya agar meninggalkan kejahatan ekonomi mereka:

“… janganlah merugikan orang dengan mengurangi nilai milik mereka (seperti upah kerja, harta benda, uang, dll.)” (al-Qur’an, al-‘Araf, 7: 85; Hud, 11: 85; asy-Syuara, 11: 183, dll.)

Mungkin pemimpin organisasi pekerja sekuler, yang menolak al-Qur’an sebagai Kitab Petunjuk, sekarang mulai memahami alasan mengapa para pekerja setiap hari berubah menjadi budak yang berkeringat demi kepentingan kaum kaya dan bank-bank yang mereka miliki. Umat Muslim pun harus memahami bahwa Riba bekerja saat kekayaan dihisap dari massa akibat keterlibatan perijinan yang menipu atas penggunaan uang kertas artifisial. Uang kertas menggantikan uang yang menjadi Sunah setiap Nabi Allah Maha Tinggi yaitu koin emas, perak, dan logam berharga lainnya.

Uang artifisial dari kertas, plastik, dan uang elektronik tidak memiliki nilai intrinsik. Tetapi nilai uang diberikan padanya dan kemudian uang itu terus menerus dikurangi nilainya seiring dengan berjalannya waktu, sebagaimana sistem ekonomi yang telah dirancang untuk membuat hal itu terjadi. Bank-bank adalah aktor utama yang bekerja mengurangi nilai uang, dan bank-bank membuat keuntungan terbesar saat hal itu terjadi. Seiring dengan nilai uang yang berkurang, nilai segala benda juga berkurang. Harga-harga naik dan upah pekerja pun berkurang nilainya. Buruh pekerja terpenjara dalam upah budak.


ADSENSE HERE

Mirza Ghulam Ahmad : Seorang al-Masih Palsu

ADSENSE HERE

Mirza Ghulam Ahmad: Seorang al-Masih Palsu 

Mirza Ghulam Ahmad : Seorang al-Masih Palsu

Dari Abu Hurairah: Rasul Allah bersabda,”Demi Dia yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya (‘Isa) putra Maryam akan segera turun ke tengahtengah kalian dan akan menghakimi manusia dengan adil (menjadi Pemimpin yang Adil); dia akan mematahkan salib dan membunuh ‘babi’ dan tidak akan ada Jizyah. Uang akan berlimpah sehingga tidak ada orang yang berhak menerima sedekah, dan satu sujud kepada Allah (dalam sholat) akan lebih baik daripada seluruh bumi dan isinya. Abu Hurairah menambahkan, “Jika kamu mau, kamu dapat membaca (ayat Kitab Suci ini): 

“Dan tidak akan ada seorang pun dari Ahli Kitab (umat Yahudi dan Kristen) kecuali pasti beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya (sebelum kematian ‘Isa). Dan pada hari penghakiman, dia (‘Isa) akan menjadi saksi terhadap mereka.” (al-Qur’an, an-Nisa, 4: 159) (Sahih Bukhari)

Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Muslim Punjabi yang hidup di Kota Qadian di India pada awal abad ke-20 M. Dia meninggal pada waktu sekitar permulaan Perang Dunia Pertama. Dia tidak sempat hidup untuk melihat perpindahan kekuatan dari satu Negara Penguasa dunia (Inggris) ke yang lain (Amerika Serikat) yang terjadi selama Perang Dunia Pertama. Dia juga tidak sempat hidup untuk melihat kembalinya umat Yahudi ke Tanah Suci dan pembentukan Negara Israel pada 1948. Dia juga tidak sempat hidup untuk melihat apa yang kita saksikan, yaitu perpindahan kekuatan dari Amerika Serikat ke Negara Penguasa lain – Negara Yahudi Israel. Kami menduga hal itu akan terjadi dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan atau bahkan lebih cepat. 

Mirza mengejutkan dunia saat dia membuat sejumlah klaim berkaitan dengan nubuat kembalinya al-Masih. Dia mendirikan Gerakan Ahmadiyah di India. Gerakan itu dengan tepat dimulai dengan mengajarkan dan mengajak orang-orang Eropa bergabung ke dalam Ahmadiyah. Gerakan tersebut juga dibantu dengan kerja keras sebagian umat Muslim Afro-Amerika yang dipimpin oleh Elijah Muhammad. Akibatnya, Mirza pun berhasil mempengaruhi umat Muslim Afro-Amerika. Sekarang gerakan tersebut dipimpin oleh Imam Warithudin Muhammad [berita terkini dia mengumumkan berhenti dari posisi kepemimpinannya pada September 2003] atau oleh Louis Farkhan. Ajaran Gerakan ini berkaitan dengan topik kembalinya al-Masih. Oleh karenanya, penting bagi kami mendedikasikan satu bab untuk menanggapi klaim Mirza.

Orang yang mengetahui berbagai peristiwa penting yang terjadi pada tahap akhir sejarah ini seharusnya menjadi semakin jelas baginya, bagi pengikut Gerakan Ahmadiyah, dan bagi orang-orang yang terpengaruh oleh ajarannya bahwa klaim-klaim Mirza Ghulam Ahmad (orang India) berikut ini adalah sangat salah:

Dia adalah Imam al-Mahdi yang akan menjadi pemimpin Muslim saat al-Masih kembali,
Nubuat berkaitan dengan kembalinya al-Masih terwujud olehnya,
Dia adalah Nabi yang diutus Tuhan. Kami harap penganut Ahmadiyah menanggapi ajakan kami, yang dengan ini kami sampaikan, untuk menggunakan al-Qur’an dan Hadits dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah kematian Mirza, khususnya peristiwa ‘kembalinya’ umat Yahudi ke Tanah Suci dan pendirian Negara Israel. 

Jika mereka melakukan hal tersebut, kami yakin mereka akan menemukan pemahaman baru tentang Dajjal al-Masih Palsu, Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog), Imam al-Mahdi, dan kembalinya al-Masih, pemahaman yang sangat berbeda dengan yang mereka terima dari Mirza Ghulam Ahmad. Buku ini ditulis untuk membantu penganut Ahmadiyah yang mencari penjelasan Qur’ani dari peristiwa teraneh yang terjadi dalam sejarah religius manusia, yaitu kembalinya umat Yahudi ke Tanah Suci. Tidak mungkin bagi anggota Gerakan Ahmadiyah memahami dan menerima argumen dasar dan kesimpulan dari buku ini tanpa pada saat yang sama mereka juga menolak klaim Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai al-Masih yang suatu hari akan kembali, Imam al-Mahdi, dan sekaligus sebagai Nabi yang diutus Tuhan. Dan Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi siapa pun yang Dia kehendaki! Umat Yahudi bukan satu-satunya yang ditipu oleh Dajjal. Banyak Muslim yang saleh, yang menunjukkan kesungguhan dalam mencapai derajat keimanan yang membangkitkan rasa hormat, juga tertipu. Dengan ketulusan hati, mereka bergabung dengan Gerakan Ahmadiyah dan meyakini bahwa mereka adalah satusatunya umat yang menganut versi Islam yang benar di dunia. Padahal mereka memasuki jebakan yang disiapkan oleh Dajjal. Bagaimana mereka dapat ditipu?

Gerakan Ahmadiyah mempercayai bahwa nubuat mengenai kembalinya al-Masih diwujudkan oleh seorang Mirza Ghulam Ahmad. Ada sejumlah alasan mengapa klaim ini salah. Pertama, Hadits mengenai ‘kembalinya al-Masih’ dengan sangat jelas menyatakan bahwa al-Masih yang akan kembali adalah ‘putra Maryam’, sedangkan Mirza Ghulam Ahmad adalah putra wanita Punjabi. Kedua, jika Mirza adalah perwujudan nubuat mengenai kembalinya al-Masih maka Mirza harus membunuh Dajjal al-Masih Palsu pada masa hidupnya karena hal tersebut adalah apa yang seharusnya al-Masih lakukan. Ini adalah apa yang Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) telah sabdakan, kami menunjukkan Hadits secara lengkap demi kepentingan para pembaca:
 
“Dari al-Nawwas bin Sam’an: Rasul Allah menyebutkan Dajjal pada suatu pagi, kadang-kadang dia menggambarkannya sebagai makhluk yang tidak berarti dan kadang-kadang menggambarkan (kekacauannya) sebagai sesuatu yang sangat berarti (dan kami merasa) seperti dia berada di antara rumpun pepohonan kurma. Saat kami menemui dia (Nabi yang suci) pada malam hari, dia melihat (tanda kekhawatiran) di muka kami, dia bertanya: Apa yang terjadi pada kalian? Kami menjawab: Rasul Allah, engkau menyebutkan Dajjal pagi ini (kadangkadang dia digambarkan) sebagai makhluk yang tidak berarti dan kadang-kadang sangat berarti hingga kami mulai merasa dia hadir (dekat) di suatu bagian rumpun pepohonan kurma. Maka dia bersabda: Aku mempunyai kekhawatiran seperti kalian pada banyak hal selain Dajjal. Jika dia muncul saat aku berada di antara kalian, maka aku akan membantahnya demi kepentingan kalian, namun jika dia muncul saat aku tidak berada di antara kalian, maka seseorang harus membantahnya demi kepentingannya sendiri dan Allah akan menjaga setiap Muslim (dan melindunginya dari kejahatan Dajjal) demi kepentinganku. Dajjal akan berwujud seorang lelaki muda dengan rambut menggulung (keriting) dan dipotong pendek, dan satu matanya buta. Aku membandingkannya dengan Abdul Uzza bin Qatan. 

Seseorang di antara kalian yang masih hidup saat melihatnya harus membacakan kepadanya sepuluh ayat pertama dari Surat al-Kahfi (Surat al-Qur’an yang ke-18). Dia akan muncul di jalan di antara Suriah dan Irak dan akan menyebarkan kerusakan di kanan dan kiri. Wahai hamba Allah! Taatlah (pada jalan kebenaran). Kami bertanya: Rasul Allah, berapa lama dia tinggal di bumi? Dia besabda: Selama empat puluh hari, sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan sisanya sama seperti hari kalian. Kami bertanya: Rasul Allah akankah sholat dalam sehari cukup untuk sholat sebanding dengan setahun? Saat itu dia bersabda: Tidak. Tetapi kalian harus membuat perkiraan waktu (dan kemudian melakukan sholat). Kami berkata: Rasul Allah, seberapa cepat dia berjalan di bumi? Saat itu dia bersabda: Secepat awan didorong oleh angin. Dia akan mendatangi orang-orang dan mengajaknya (kepada agama yang salah), mereka akan menguatkan kepercayaan mereka kepadanya dan menanggapinya. 

Kemudian dia akan memberi perintah kepada langit, lalu akan ada air hujan jatuh ke bumi yang menumbuhkan berbagai tanaman. Kemudian pada malam hari, ternak-ternak gembala mereka akan mendatangi mereka dengan punuk yang sangat tinggi, kambing mereka menghasilkan banyak air susu dan panggulnya menggelembung. Kemudian dia akan mendatangi umat manusia yang lain dan mengajak mereka. Tetapi mereka menolaknya sehingga dia akan menjauh dari mereka, mereka akan mengalami kekeringan dan tidak ada yang tersisa bagi mereka dalam bentuk kekayaan. Kemudian dia akan berjalan menuju gurun pasir dan berkata kepadanya: Serahkanlah kekayaanmu. Dan harta karun akan keluar dan berkumpul dihadapannya bagaikan kerumunan lebah (hal ini menunjuk pada penemuan minyak bumi dan banyak kekayaan alam dari dalam perut bumi). Kemudian dia akan memanggil seseorang dengan bersemangat, menebasnya dengan pedang, memotongnya menjadi dua bagian dan membuat bagian-bagian jasadnya tergeletak dengan jarak terpisah jauh bagaikan jarak antara pemanah dan sasarannya.

Kemudian dia akan memanggil (jasad orang itu) dan dia akan datang dengan tertawa dan muka berseri-seri (karena bahagia). Pada saat itulah Allah akan menurunkan ‘Isa (Jesus) putra Maryam. Dia akan turun pada menara putih di sisi timur Damaskus, memakai dua kain berwarna jingga muda dan meletakkan tangannya pada sayap-sayap dua malaikat. Saat dia menurunkan kepalanya, akan jatuh butir-butir keringat dari kepalanya, dan saat dia mengangkatnya, butiran-butiran seperti mutiara akan menyebar darinya. Setiap orang tidak beriman yang mencium bau tubuhnya akan mati dan nafasnya akan mencapai sejauh dia dapat memandang. 

Kemudian dia akan mencarinya (Dajjal) hingga dia menangkapnya di Pintu Gerbang Ludd dan membunuhnya. Kemudian suatu umat yang dilindungi Allah akan mendatangi ‘Isa (Jesus) putra Maryam, lalu dia akan menyeka muka mereka dan memberitahukan kepada mereka tentang kedudukan mereka di surga. Pada keadaan itulah Allah akan menurunkan kepada ‘Isa wahyu ini: Aku telah memunculkan di antara hamba-hamba-Ku suatu umat yang tidak dapat dilawan oleh siapapun, engkau bawalah orang-orang ini dengan selamat ke Tur, dan kemudian Allah akan mengirim Ya’juj dan Ma’juj dan mereka akan turun berkerumun dengan cepat dari setiap ketinggian. Yang pertama dari mereka akan melewati Danau Tiberias dan meminum airnya. Dan saat yang terakhir dari mereka melewatinya, dia akan berkata: Dahulu pernah ada air di sini. ‘Isa dan sahabat-sahabatnya kemudian akan dikepung di sana (di Tur, dan mereka akan sangat tertekan) sehingga kepala lembu akan lebih diinginkan oleh mereka daripada seratus Dinar. Rasul Allah ‘Isa dan sahabat-sahabatnya akan memohon kepada Allah yang akan mengirimkan kepada mereka serangga-serangga (yang akan menyerang leher Ya’juj dan Ma’juj) dan pada pagi hari mereka (Ya’juj dan Ma’juj) akan binasa.

Rasul Allah ‘Isa dan sahabat-sahabatnya kemudian turun dan mereka tidak akan menemukan sedikit pun ruang di bumi yang tidak dipenuhi oleh perbusukan dan bau busuk. Rasul Allah ‘Isa (Jesus) dan sahabat-sahabatnya, kemudian akan memohon kepada Allah yang akan mengirim burung-burung yang memiliki leher bagaikan unta-unta Bactrian dan mereka akan membawa dan melempar mereka (jenazah Ya’juj dan Ma’juj) ke mana pun Allah kehendaki. Kemudian Allah akan menurunkan hujan sehingga tidak ada rumah dengan tembok bata atau (tenda dengan) bulu unta dapat menghindar, dan hujan itu akan mencuci bumi hingga bersih menyerupai cermin.

Kemudian bumi akan diperintahkan memunculkan buah-buahannya dan mengembalikan berkahnya, maka akan tumbuh buah delima (yang besar) sehingga sekelompok orang dapat memakannya dan berteduh di bawah kulitnya. Seekor sapi perah akan memberikan begitu banyak susu sehingga sebangsa dapat meminumnya. Unta perah akan memberikan susu (dalam jumlah yang sangat banyak) sehingga sesuku dapat meminumnya. Dan domba perah akan memberikan susu yang begitu banyak sehingga sekeluarga dapat meminumnya.

Pada saat itu, Allah mengirim angin sejuk yang akan menenangkan (orangorang) bahkan sampai melewati ketiak mereka. Dia akan mengambil nyawa setiap Muslim dan hanya orang-orang jahat akan tetap hidup yang akan melakukan perzinahan seperti keledai dan azab Hari Kiamat akan menimpa mereka.” (Sahih Muslim) Hadits tersebut jelas. ‘Isa (Jesus) al-Masih Asli akan membunuh Dajjal al-Masih Palsu: ”Kemudian dia akan mencarinya (Dajjal) hingga dia menangkapnya di Pintu Gerbang Ludd dan membunuhnya.”  

Jika Mirza Ghulam Ahmad adalah perwujudan nubuat dalam Hadits mengenai kembalinya ‘Isa (Jesus) (‘alayhi salam) maka dia harus membunuh Dajjal. Jika demikian, tidak ada kemungkinan bagi Dajjal al-Masih Palsu untuk melanjutkan misinya setelah kematian Mirza. Tetapi Mirza meninggal segera setelah lahirnya Gerakan Zionis, dan tidak hidup untuk melihat kemenangan besar Dajjal, yaitu pembentukan Negara Israel ‘Gadungan’ dan kembalinya umat Yahudi ke Tanah Suci. Dalam keseluruhan sejarah religius manusia, tidak pernah terjadi peristiwa yang keanehannya dapat dibandingkan dengan prestasi Dajjal al-Masih Palsu ini.

Ketiga, ada sejumlah bukti bahwa kita masih hidup pada zaman Dajjal al- Masih Palsu. Contohnya adalah sebagai berikut:

Filosofi Syirik dalam materialisme modern yang telah mewujudkan nubuat Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) yang menyatakan bahwa Dajjal berusaha menipu seluruh manusia untuk menyembahnya, sebagai
sembahan selain Allah Maha Tinggi. Pusat serangan materialisme muncul dari Pulau Inggris. Hadits Tamim ad-Dari dalam Sahih Muslim dengan jelas menandakan bahwa saat Dajjal dilepas dia akan berada di sebuah pulau dan dari pulau itulah dia akan memulai serangannya kepada seluruh manusia dan umat Yahudi. Kami telah menunjukkan (dalam bab 8) bahwa pulau itu tidak mungkin selain Inggris.

Filosofi Syirik dalam epistemologi Barat modern yang menolak keabsahan pengetahuan ‘spiritual intuitif internal’ adalah bukti pernyataan Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) bahwa Dajjal, al-Masih Palsu, melihat dengan ‘satu’ mata sedangkan “Tuhanmu tidak melihat dengan satu mata”. Epistemologi satu mata inilah yang dianut peradaban Barat modern kemudian disebarkan kepada seluruh umat manusia yang lainnya melalui pendidikan Barat modern. Lagi-lagi, Inggrislah yang memimpin serangan epistemologi tersebut.

Politik universal Syirik negara-negara sekuler modern pun mewujudkan nubuat Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) yang menyatakan bahwa Dajjal al-Masih Palsu akan mengajak seluruh manusia untuk menyembahnya sebagai Tuhan selain Allah Maha Tinggi. Peradaban Barat modern membentuk negara sekuler modern yang menyatakan bahwa kedaulatan ada pada negara, dan otoritas negara adalah yang paling berkuasa, dan hukum negara adalah hukum tertinggi. Allah dapat menyatakan sesuatu itu haram tetapi negara dapat membuatnya menjadi halal, yakni mengijinkannya. Ini jelas-jelas merupakan Syirik tetapi, mengherankan sekali, bahkan umat Muslim sulit untuk mengenali dan memahaminya. Seluruh dunia sekarang menganut negara sekuler dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sekuler yang memimpin sistem sekuler tersebut. Tetapi hal ini bahkan belum terjadi saat Mirza Ghulam Ahmad meninggal.

Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan perjalanan udara dan luar angkasa, telepon, telekomunikasi modern lainnya, dll. telah dicampur aduk untuk menipu bahwa hal-hal itu bermanfaat, padahal
hal-hal itu mengandung bahaya. Revolusi tersebut belum selesai, masih menyimpan berbagai penemuan ajaib dan menakjubkan yang akan ditunjukkan. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi berhubungan dengan Dajjal dan hal ini dapat dilihat dalam Hadits yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa Dajjal akan mengendarai keledai yang berjalan secepat awan dan memiliki telinga yang sangat lebar. Ini menunjuk pada pesawat terbang modern dan pesawat tempur.

Allah Maha Tinggi menciptakan manusia kemudian mengumumkan kepada para Malaikat bahwa Dia akan menempatkan suatu makhluk di bumi yang berfungsi sebagai khalifah-Nya (akan beraksi demi kepentingan-Nya dengan kemampuan taat kepada-Nya). Kekaisaran Khilafah Islamyah melakukan hal tersebut dengan tepat. Kekaisaran Khilafah Islamyah mengakui Kedaulatan dan Kekuasaan Allah, dan mengenali Hukum Allah sebagai hukum tertinggi. Khilafah tersebut dihancurkan oleh peradaban Barat setelah kematian Mirza dan digantikan oleh negara sekuler modern yang berlandaskan Syirik. Negara sekuler baru dianut oleh Turki di tempat Khilafah. Ini adalah perbuatan Dajjal Namun ini terjadi setelah kematian Mirza.

Riba diterapkan dalam sistem ekonomi di seluruh dunia, mewujudkan nubuat Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) yang menyatakan bahwa zaman Dajjal al-Masih Palsu adalah zaman ketika Riba menyebar secara
universal. Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) juga membuat nubuat bahwa suatu zaman akan datang saat kita tidak dapat menemukan seorang pun dari seluruh manusia yang tidak mengkonsumsi Riba, dan jika ada orang yang mengaku bahwa dia tidak mengkonsumsi Riba, “sesungguhnya debu Riba menimpanya”. Nubuat itu sekarang telah terwujud. Sekarang ini, Riba menguasai ekonomi di seluruh dunia. Tetapi hal tersebut belum terjadi saat Mirza Ghulam Ahmad meninggal.

Revolusi Feminis modern dan perjuangannya untuk kebebasan wanita mewujudkan nubuat Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) mengenai wanita sebagai ‘kaum terakhir yang mendatangi Dajjal al-Masih Palsu’: “(Kaum) terakhir yang mendatangi Dajjal adalah wanita, sampai sedemikian hingga seorang lelaki akan memulangkan ibunya, anak perempuannya, saudara perempuannya, dan bibinya lalu mengikatnya erat-erat, takut mereka pergi kepadanya (Dajjal).” (Kanz al-‘Ummal, vol. 7, Hadits No. 2116) “Kebanyakan umat yang mengikuti dia (Dajjal) adalah Yahudi dan wanita.” (Kanz al-‘Ummal, vol. 7, Hadits No. 2114) Wanita-wanita Inggris memimpin perjuangan tersebut. Hanya pada abad ke-20 M, setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad, Revolusi Feminis tersebut berhasil memasuki dunia Muslim.

Pencemaran lingkungan yang menyebabkan perubahan iklim seperti dalam nubuat Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) terwujud pada Zaman Dajjal al-Masih Palsu. Hal tersebut sekarang menjadi kenyataan di dunia, tetapi Mirza sudah meninggal.

Penipuan yang menakjubkan pada zaman modern ketika ‘penampilan’ dan ‘kenyataan’ menjadi sangat berlawanan satu sama lain, jalan menuju surga tampak seperti jalan menuju neraka dan sebaliknya jalan menuju neraka tampak seperti jalan menuju surga adalah bukti bahwa Dajjal masih bekerja! Nabi (shollallahu ‘alayhi wassalam) telah bersabda bahwa Dajjal akan melakukan hal tersebut!

‘Pembebasan’ Tanah Suci dari kekuasaan umat non-Yahudi (Muslim), kembalinya umat Yahudi ke Tanah Suci dan pembentukan Negara Israel, semuanya dicapai dengan keterlibatan aktif ‘Pulau’ Kristen yaitu Inggris yang berjarak sekitar satu bulan perjalanan laut dari Semenanjung Arabia (tepat seperti yang disebutkan dalam Hadits Tamim ad-Dari). Juga, semua itu dicapai setelah kematian Mirza.

Negara Israel akan menggantikan Amerika Serikat sebagai Negara Penguasa di dunia, kemudian akan mengklaim kembalinya Zaman Emas Sulaiman (‘alayhi salam). Hal ini belum terjadi. Namun saat itu terjadi,akan menunjukkan kemajuan misi Dajjal menyamar sebagai al-Masih. Semua ini akan menjadi kenyataan tetapi Mirza sudah meninggal dunia hampir seabad yang lalu. Semua hal di atas adalah perbuatan Dajjal al-Masih Palsu yang masih sangat hidup, tetapi Mirza sudah mati. Kenyataannya, semua hal di atas terjadi di dunia, lama setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad. Jika Mirza telah membunuh Dajjal al-Masih Palsu, maka bagaimana pengikut-pengikut Mirza menjelaskan semua hal di atas? Semoga pengikut-pengikut cerdas ajaran Mirza Ghulam Ahmad dapat mengenali kenyataan dunia modern ini, dan juga mengenali bahwa kebenaran sesungguhnya berbeda dengan klaim Mirza Ghulam Ahmad. Amin!

Sebelumnya "‘Isa (Jesus) Al-Masih Asli dan Dajjal Al-Masih Palsu"
Selanjutnya "Ya’juj dan Ma’juj dalam Al-Qur’an dan Hadits"
ADSENSE HERE